Gametofit Pteridophyta


Tumbuhan paku yang homospora pada umumnya mempunyai protalium yang monoecious atau gametofit yang menghasilkan arkegonium dan anteridium. Mungkin juga protandri atau protogeni seperti yang terdapat pada Equisetum sp.

Alat kelamin mungkin menumpang atau tenggelam pada jaringan gametofit. Arkegonia mempunyai empat deret sel-sel leher dan tiap deret terdiri dari 2-6 sel. Sel saluran leher bervariasi jumlahnya dari 1 hingga 14. Contoh tumbuhan paku yang memiliki satu sel saluran leher adalah Selaginella sp. dan Equisetum sp., sedang pada Lycopodium sp. memiliki 14 sel. Anteridia mungkin menonjol atau tenggelam di dalam jaringan gametofit. Anteridia memiliki  1 lapis jaket steril dan di dalamnya terdapat spermatozoid yang jumlahnya banyak dengan dua atau banyak flagella. Gametofit dapat bersifat endosporik.

Pada umumnya arkegonia terdapat pada bagian dorsal gametofit, sedang anteridia tersebar di antara rizoid dan berkembang lebih awal dari arkegonia.

Anteridia

Bentuk speris, tidak bertangkai seperti pada Bryophyta. Bagian luar terdiri dari selapis dinding yang berwarna hijau, melindungi sekelompok sel induk sperma (spermatosit). Sperma berbentuk spiral, mempunyai inti serta bulu cambuk (flagella) yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah flagella pada Bryophyta.

Arkegonia

Bentuk seperti botol, mempunyai leher lebih pendek dari Bryophyta. Perut dilindungi oleh jaringan gametofit. Sel saluran leher hanya dua, sel saluran perut sebanyak satu dan sel telur berukuran besar. Pada waktu masak, sel saluran leher dan sel saluran perut mengalami disintegrasi ke dalam massa yang berlendir dan merupakan lintasan bagi sperma yang akan membuahi sel telur.

Setelah terjadi pembuahan zigot akan membelah dengan dinding yang sejajar sumbu arkegonia atau tegak lurus terhadap sumbu arkegonia. Berdasarkan cara perkembangannya pada Pteridophyta dibedakan beberapa tipe embrio yaitu:

Eksoskopik, dimana perkembangan embrio searah dengan arkegonium. Misalnya pada Psilotum sp., Equisetum sp., dan beberapa anggota Ophioglossaceae.

Endoskopik, dimana arah perkembangan embrio berlawanan arah dengan arkegonia. Misalnya pada Isoetes sp. dan Marattia sp.

Endoskopik dengan Suspensor, misalnya pada Lycopodium sp., Selaginella sp. dan Eusporangiate tertentu dan tumbuhan berbiji.

Mendatar, dimana dinding pertama yang dibentuk sejajar aksis arkegonium, perkembangan embrio mendatar. Misalnya pada golongan Laptosperangiate.

Pada tingkat kuadran pada embrio biasanya dapat dibedakan menjadi empat daerah titik pertumbuhan primer, yaitu:

Kaki, merupakan suatu massa yang sel-selnya kecil, terselubung di dalam jaringan gametofit atau jaringan protalium yang berfungsi untuk menghisap makanan dan air bagi embrio yang muda dari jaringan protalium.

Akar, tumbuh ke bawah ke dalam tanah.

Daun Pertama, merupakan organ sementara yang nantinya diganti oleh daun permanen dan berfungsi sebagai organ fotosintesis yang pertama bagi sporofit.

Batang, menjadi rizoma yang merupakan asal dari akar rambut dan daun.

Pos ini dipublikasikan di Pteridophyta dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s