Hukum I Mendel


Hukum I Mendel (disebut juga hukum segregasi) adalah mengenai kaidah pemisahan alel pada waktu pembentukan gamet. Hukum segregasi menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi atau pemisahan alel-alel secara bebas, dari diploid menjadi haploid. Hukum I Mendel dapat kalian pelajari dari persilangan monohibrid. Pada saat pembentukan gamet, pasangan alel akan memisah secara bebas. Misalnya genotip suatu tanaman Aa, maka gamet yang dibentuk akan membawa gen A dan gen a.

Persilangan Monohibrid

Persilangan monohibrid adalah perkawinan yang menghasilkan pewarisan satu karakter dengan dua sifat beda. Misalnya warna bunga adalah karakter tanaman yang diamati. Mendel melihat ada dua sifat dari karakter warna bunga tanaman kacang kapri, yaitu warna ungu dan warna putih. Bila tanaman kacang kapri berbunga ungu disilangkan dengan tanaman kacang kapri berbunga putih, maka generasi anakan mereka adalah 100% tanaman berbunga ungu. Namun bila tanaman berbunga ungu hasil persilangan itu dikawinkan sesamanya (perkawinan inbreeding), keturunannya menunjukkan 75% tanaman berbunga ungu dan 25% tanaman berbunga putih.

Peristiwa terbentuknya tanaman bunga ungu dari hasil persilangan menurut Mendel adalah sebagai berikut. Pada waktu pembentukan gamet betina (sel telur dalam bakal buahnya), alel-alel UU yang merupakan gen untuk warna bunga ungu dan bersifat homozigot dominanmemisah menjadi U dan U, sehingga di dalam sel gamet tanaman berbunga ungu hanya mengandung satu macam alel, yaitu alel U. Sebaliknya, tanaman kacang kapri berbunga putih bersifat homozigot resesif dan genotipnya uu. Alel ini memisah menjadi u dan u pada waktu pembentukan gamet jantan atau serbuk sari, sehingga gamet-gamet jantan tanaman berbunga putih hanya memiliki satu macam alel yaitu alel u.

Sewaktu terjadi perkawinan, terjadilah peleburan gamet jantan (u) ke dalam gamet betina (U) membentuk individu bersifat heterozigot dengan genotip Uu dan fenotip ungu. Pada perkawinan P2, taitu perkawinan bebas antara genotip Uu dan Uu, juga dimulai dengan segregasi alel U dan u, baik pada individu betina maupun jantan. Segregasi Uu menghasilkan dua macam gamet, yaitu gamet yang mengandung alel U dan gamet yang mengandung alel u. Karena induk betina dan induk jantan memiliki dua macam gamet (U dan u), terjadilah persilangan antara keempat macam gamet di atas, yaitu U dengan U membentuk UU (fenotip ungu), U dengan u membentuk Uu (fenotip ungu), dan u dengan u membentuk uu (fenotip putih).

Pos ini dipublikasikan di Hukum Mendel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s