Metabolisme


Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil. Oleh karena itu, sel dapat menjalankan aktivitas hidup diantaranya metabolisme. Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme juga reaksi enzimatis karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.

Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi dua, yaitu:

ANABOLISME/ASIMILASI/SINTESIS

Yaitu proses pembentukan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi. Misalnya fotosintesis.

Fotosintesis

Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Pada kloroplas terjadi transformasi energi yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Apabila suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm. Pada tahun 1937, Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang).

H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. Sementara O2 tetap dalam keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap. NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 membentuk H+ menjadi CH2O.

KEMOSINTESIS

Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi karbon menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi karbon dengan menggunakan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidari senyawa-senyawa tertentu.

SINTESIS LEMAK

Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein karena dalam metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalam siklus krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu utama siklus krebs, yaitu Asetil Co – A. Hasilnya, ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein, dan seterusnya.

SINTESIS PROTEIN

Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel melibatkan DNA, RNA dan ribosom. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida.

Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat yang berperan penting sebagai pengatur sintesis protein. Substansi tersebut adalah DNA dan RNA.

KATABOLISME/DISSIMILASI

Katabolisme adalah penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut. Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Apabila suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu juga disebut reaksi eksoterm.

Molekul ATP adalah molekul berenergi tinggi dan merupakan ikatan tiga molekul fosfat dengan senyawa adenosin. Ikatan kimianya labil, sehingga mudah melepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan sebagai molekul energi tinggi.

Perubahan ATP menjadi ADP diikuti dengan pembebasan energi sebanyak 7,3 kalori/mol ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik. Katabolisme adalah reaksi pemecahan/pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah membebaskan energi yang terkandung di dalam suatu senyawa. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi aerob. Namun, apabila lingkungan tanpa oksigen disebut respirasi anaerob (fermentasi).

Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Respirasi akan menghasilkan energi kimia ATP untuk kegiatan kehidupan seperti sintesis (anabolisme), gerak dan pertumbuhan.

Pos ini dipublikasikan di Metabolisme dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s